Sabtu, 16 April 2011

DBD Masih Mengancam

Bulan April - Mei adalah masa perubahan musim penghujan ke musim kemarau. Curah hujan yang tinggi dan sering, berubah berangsur-angsur menjadi rendah dan jarang. Kondisi ini memungkinkan timbulnya genangan air di tempat-tempat yang terbuka.
Genangan air tersebut merupakan tempat yang potensial untuk berkembang biak nyamuk penyebar virus Dengue sebagai penyebab penyakit demam berdarah. Virus ini tidak lagi mampu hidup dalam nyamuk Aedes aegypti, namun kini juga telah dijumpai ada dalam nyamuk Aedes albophictus. Bahkan dalam penelitian terbaru, virus tersebut juga mampu hidup di dalam telur-telur mereka.
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang terkait dengan lingkungan. Manakala setiap orang mampu menjaga kebersihan lingkungannya, terutama dengan gerakan 3M Plus, maka penyakit ini dapat dihindarkan. Namun jika sebaliknya, penyakit ini dapat menjadi outbreak di masyarakat, sehingga dampaknya aktifitas masyarakat menjadi terganggu.
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masih menjadi cara yang terampuh untuk mengatasi penyebaran penyakit ini. Kegiatan yang terkoordinir dan berkesinambungan menjadi syarat efektifnya PSN dalam pencegahan penyebaran kasus DBD. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat wajib menjaga kesehatan lingkungannya demi mencegah timbulnya kasus DBD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar